Solidaritas yang Hadir: PUK SP LEM SPSI Pegaunihan Dampingi Anggota Korban Kecelakaan
PUK SP LEM SPSI PT Pegaunihan mendampingi anggota korban kecelakaan, mengawal hak Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan, serta menegaskan bahwa solidaritas harus hadir dalam tindakan nyata.
Batam — Solidaritas serikat pekerja sering diucapkan, tetapi tidak selalu memperoleh kesempatan untuk dibuktikan. Kali ini, solidaritas itu diuji. PUK SP LEM SPSI PT Pegaunihan Technology Indonesia menjawabnya bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dengan kehadiran dan pendampingan nyata.
Ketika salah seorang anggota mengalami kecelakaan dan harus menjalani perawatan, pengurus tidak membiarkan anggota tersebut menghadapi musibah seorang diri. Prinsip yang dijalankan sederhana: datang, dampingi, dan bantu.
Sebab anggota yang sedang berada dalam keadaan lemah bukan hanya membutuhkan perhatian. Ia juga membutuhkan seseorang yang membantunya memahami proses administrasi, memastikan hak-haknya tidak terlewat, dan memberinya ruang untuk berkonsentrasi pada pemulihan.
Mendampingi, Bukan Sekadar Menjenguk
Pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada kunjungan formal di ruang perawatan. Pengurus turut mengawal proses administrasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar setiap hak anggota yang memenuhi ketentuan dapat diproses sebagaimana mestinya, termasuk perlindungan melalui Jasa Raharja dan program Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS Ketenagakerjaan.
Kedua bentuk perlindungan tersebut memiliki dasar, ruang lingkup, dan proses verifikasi yang berbeda. Perlindungan Jasa Raharja berkaitan dengan kategori korban kecelakaan lalu lintas yang memenuhi ketentuan, sedangkan program Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS Ketenagakerjaan melindungi pekerja terhadap risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk dalam kondisi tertentu ketika melakukan perjalanan berangkat atau pulang kerja.
Bagi pekerja dan keluarganya, perbedaan jalur tersebut tidak selalu mudah dipahami. Dokumen yang harus dilengkapi, kronologi yang perlu dipastikan, serta koordinasi dengan rumah sakit, perusahaan, kepolisian, dan instansi penyelenggara dapat menjadi beban tambahan di tengah masa perawatan.
Pada titik itulah pengurus mengambil peran. Anggota dan keluarganya dapat lebih memusatkan perhatian pada proses pemulihan, sementara administrasi dan komunikasi dengan pihak terkait terus dikawal sesuai kewenangan organisasi.
Keselamatan Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Ketua PUK SP LEM SPSI PT Pegaunihan Technology Indonesia, Rido Hermanto Simanjuntak, menegaskan bahwa organisasi akan berupaya hadir bagi anggota yang membutuhkan pendampingan. Pada saat yang sama, ia mengingatkan seluruh anggota untuk tetap mengutamakan keselamatan, baik ketika bekerja maupun saat berkendara.
“Kepada setiap anggota PUK SP LEM SPSI, tetaplah berhati-hati dalam setiap pekerjaan maupun saat berlalu lintas. Kami akan membantu semaksimal mungkin setiap anggota dalam hal-hal yang berkaitan dengan hubungan kerja. Kami juga mengimbau anggota yang menggunakan kendaraan untuk menaati aturan lalu lintas dan melengkapi surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK. Sebab kesehatan dan keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Rido.
Pesan tersebut menegaskan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Serikat akan berusaha berdiri bersama anggotanya ketika musibah terjadi, tetapi pencegahan tetap menjadi garis pertahanan pertama.
Mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, menjaga kondisi kendaraan, serta melengkapi SIM dan STNK bukan sekadar perkara menghindari sanksi. Semua itu merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, rekan kerja, dan keluarga yang menunggu di rumah.
Arti Sebuah Serikat
Bagi sebagian orang, serikat pekerja mungkin hanya terlihat ketika ada rapat, perundingan, atau persoalan hubungan industrial. Namun, peristiwa ini memperlihatkan sisi lain yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Serikat juga merupakan jaring pengaman sosial. Tempat seorang pekerja mengetahui bahwa ketika musibah datang, ia tidak harus menghadapi semuanya seorang diri.
Solidaritas tidak selalu hadir dalam pidato besar. Terkadang, ia hadir melalui langkah menuju rumah sakit, bantuan mengurus dokumen, komunikasi dengan pihak terkait, dan kesediaan untuk tetap mendampingi ketika proses belum selesai.
Ketika satu anggota jatuh, yang lain datang. Di situlah kata “bersama” memperoleh arti yang sebenarnya.
Cepat sembuh Gerardo, Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberkati.
Bagaimana respons Anda?
Pilih satu respons setelah membaca. Pilihan dapat diubah kapan saja.