Paragat FC Sang Juara Turnamen, Futsal Cup V 2026 ditutup dengan Standar Baru
Paragat FC juara Futsal Cup V 2026 tanpa kebobolan di fase grup. 32 tim, 64 laga, 196 gol dalam 2 hari di Lapangan SP Batu Aji. Penyelenggaraan PUK SP LEM SPSI jadi tolok ukur baru.
Batam — Ada tim yang menang karena keberuntungan. Paragat FC bukan salah satunya.
Tim ini menutup Futsal Cup V 2026 sebagai juara dengan catatan yang sulit dibantah. Sepanjang fase grup, gawang mereka tidak kebobolan satu gol pun. Dari penyisihan hingga partai puncak, langkah mereka konsisten, rapi, dan nyaris tanpa cela. Gelar juara hanya menjadi konsekuensi logis dari permainan yang memang pantas berada di atas.
Turnamen yang digelar Serikat Pekerja LEM SPSI PT Pegaunihan Technology Indonesia ini berlangsung dua hari, Sabtu 7 dan Minggu 14 Juni 2026, di Lapangan Futsal SP Batu Aji. Skalanya tidak main-main: 32 tim, terbagi dalam 8 grup, bertanding dalam 64 pertandingan, dan menghasilkan 196 gol. Rata-rata lebih dari tiga gol per laga, angka yang menjelaskan kenapa tribun jarang sepi.
Seluruh babak gugur, mulai dari 16 besar hingga final, dirampungkan dalam satu hari penuh pada Minggu, 14 Juni 2026.
Jalan ke Puncak
Di partai-partai penentu, peta kekuatan akhirnya tersusun rapi. Juara keempat menjadi milik Biembie FC PE. Posisi ketiga ditempati 19AY dari Store. Sementara tim Repair harus puas sebagai runner-up setelah dihentikan Paragat FC 4-6 di laga pamungkas.
Yang menarik justru bagaimana Paragat FC mencapai garis akhir. Mereka tidak melaju dengan kemenangan-kemenangan tipis yang menegangkan, melainkan dengan pertahanan yang sulit ditembus dan permainan yang terkontrol dari menit pertama. Pola ini bertahan sejak fase grup, dan tidak berubah sampai mereka mengangkat trofi.
Penghargaan pemain terbaik turnamen pun jatuh ke kandang mereka sendiri. Radja Al Hadid, pemilik nomor punggung 10, menjadi motor yang menjaga ritme tim dari laga ke laga. Sebuah pengakuan yang melengkapi kerja kolektif satu skuad.
Drama Top Scorer yang Terhenti Lebih Cepat
Sepak bola, dan juga futsal, kadang tidak adil pada individu terbaiknya.
Gelar top scorer turnamen direbut Sapta Eka Pardiaman Hura dari Tim PE Sec.2 dengan torehan luar biasa: 15 gol hanya dalam 5 pertandingan. Tiga gol per laga adalah produktivitas yang langka di level mana pun.
Sayangnya, ketajaman itu tidak cukup membawa timnya jauh. Langkah PE Sec.2 terhenti di babak 8 besar lewat drama adu penalti melawan Biembie FC. Sapta boleh pulang sebagai pencetak gol terbanyak, tetapi panggung akhir tetap milik mereka yang bertahan lebih lama. Itulah ironi yang membuat turnamen ini punya cerita.
Partai Perempuan: Satu Gol yang Cukup
Kategori perempuan diisi dua tim, Queen FC dan QC FC. Pertandingannya berlangsung ketat dan ditentukan oleh selisih paling tipis. Queen FC menang 1-0 lewat gol tunggal dari pemain bernomor punggung 10. Satu gol, tetapi cukup untuk memastikan gelar.
Apresiasi untuk Panitia
Di luar hasil di lapangan, sorotan kali ini banyak tertuju pada penyelenggaraan. Para peserta memberi apresiasi lebih atas pelaksanaan yang tertata, informasi yang jelas di setiap tahap, serta kesungguhan dan kerja keras panitia sepanjang dua hari.
Salah satu peserta yang sempat diwawancarai menyebut gelaran ini mungkin yang terbaik yang pernah ia ikuti dalam sejarah turnamen futsal Serikat Pekerja LEM SPSI di PT Pegaunihan Technology Indonesia. Harapannya sederhana namun menuntut: pelaksanaan kali ini menjadi tolok ukur, dan yang berikutnya harus lebih baik lagi.
Futsal Cup V 2026 sudah usai, lengkap dengan juaranya. Tetapi yang ditinggalkannya bukan sekadar nama Paragat FC di papan juara, melainkan standar baru tentang bagaimana sebuah turnamen seharusnya dijalankan.
Pekerjaan rumah untuk edisi berikutnya sudah jelas: jangan turun dari garis yang sudah ditarik tinggi tahun ini.
Diselenggarakan oleh PUK SP LEM SPSI PT Pegaunihan Technology Indonesia.
Bagaimana respons Anda?
Pilih satu respons setelah membaca. Pilihan dapat diubah kapan saja.